Aksi Jaga Bumi: Warga Desa Cibeber Bahu-Membahu Rawat Mata Air dan Aliran Sungai

Aksi Jaga Bumi: Warga Desa Cibeber Bahu-Membahu Rawat Mata Air dan Aliran Sungai

Cikalong, Tasikmalaya — Air adalah sumber kehidupan, dan warga Desa Cibeber, Kecamatan Cikalong, sangat memahami filosofi tersebut. Menyadari bahwa kelangsungan pertanian dan kebutuhan domestik mereka sangat bergantung pada alam, masyarakat desa secara konsisten melakukan aksi konservasi lingkungan untuk menjaga sumber-sumber mata air setempat.

Setiap memasuki musim pancaroba, warga desa menjadwalkan kegiatan kerja bakti khusus untuk membersihkan hulu sungai dan area sekitar mata air dari sampah plastik maupun sumbatan ranting pohon. Selain pembersihan, warga juga melakukan penanaman pohon berakar kuat seperti pohon beringin dan bambu di sepanjang sempadan sungai untuk mencegah erosi dan menjaga cadangan air tanah.

Kearifan lokal masyarakat dalam menjaga sungai juga diperkuat dengan aturan adat tidak tertulis, seperti larangan keras menggunakan racun atau setrum saat menangkap ikan di sungai desa. Siapa pun yang melanggar akan mendapat sanksi sosial dari warga.

“Sungai dan mata air ini adalah titipan untuk anak cucu kita. Kalau hari ini kita merusaknya dengan egois, merekalah yang akan menanggung kekeringan di masa depan,” tegas seorang sesepuh Desa Cibeber.

Melalui kesadaran lingkungan yang dirawat secara kolektif ini, Desa Cibeber berhasil mempertahankan ekosistemnya tetap seimbang, memastikan pasokan air bersih tetap mengalir tanpa henti bahkan saat musim kemarau panjang melanda.