Cikalong, Tasikmalaya — Suasana religius yang kental langsung terasa saat Anda menginjakkan kaki di Desa Cibeber, Kecamatan Cikalong. Karakter masyarakat Sunda yang agamis terlihat jelas dari makmurnya aktivitas di masjid-masjid jami dan pesantren tradisional yang tersebar di wilayah desa ini. Salah satu momen paling berkesan adalah saat seluruh warga bersatu memperingati Hari Besar Islam.
Seperti yang terlihat dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram. Ribuan warga Desa Cibeber, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, tumpah ruah ke jalan desa untuk melaksanakan tradisi pawai obor. Sambil membawa obor bambu buatan sendiri, mereka berjalan kaki berkeliling desa mengumandangkan salawat dan puji-pujian kepada Allah SWT, menciptakan pemandangan malam yang indah dan magis dengan pendaran cahaya api yang mengular.
Setelah pawai obor selesai, acara dilanjutkan dengan kegiatan Istighosah (doa bersama) di masjid agung desa. Di sini, warga duduk bersila memohon keberkahan, keselamatan, serta kelancaran rezeki dan hasil panen bagi seluruh masyarakat Desa Cibeber untuk setahun ke depan.
“Tradisi keagamaan seperti ini sudah mendarah daging di Cibeber. Ini adalah momentum bagi kami untuk membersihkan hati, memperkuat tali ukhuwah islamiyah, dan menegaskan kembali identitas kami sebagai masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama,” tutur salah seorang tokoh agama setempat.
Perayaan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan menjadi pengikat spiritual yang kuat bagi warga Desa Cibeber untuk tetap hidup rukun, damai, dan saling menghormati di bawah naungan kearifan lokal yang luhur.






