Cikalong, Tasikmalaya — Jarak geografis dari pusat kota kini bukan lagi penghalang bagi sebuah desa untuk maju. Desa Cibeber, Kecamatan Cikalong, tengah bersiap melakukan lompatan besar dengan mengadopsi sistem digitalisasi pelayanan publik. Langkah ini diambil guna memotong birokrasi dan mempermudah warga dalam mengurus berbagai keperluan administrasi.
Selama ini, warga desa harus meluangkan waktu cukup lama untuk datang ke kantor desa sekadar mengurus surat pengantar, kartu keluarga, atau surat keterangan usaha. Namun, dengan adanya rencana integrasi sistem informasi desa yang baru, sebagian layanan tersebut nantinya dapat diakses secara lebih cepat dan transparans.
Pemerintah Desa Cibeber secara bertahap mulai membenahi perangkat keras dan kapasitas sumber daya manusia (SDM) para perangkat desanya. Pelatihan komputer dan pengelolaan data berbasis internet mulai intensif dilakukan.
“Kami ingin pelayanan di Desa Cibeber tidak kalah cepat dengan di kota. Digitalisasi ini bukan untuk gaya-gayaan, melainkan demi efisiensi waktu warga kami yang mayoritas bekerja di sawah dan ladang,” tutur perangkat desa yang membidangi urusan teknologi.
Selain urusan surat-menyurat, platform digital ini juga diproyeksikan sebagai media promosi potensi desa, mulai dari produk UMKM hingga info wisata, sehingga Desa Cibeber dapat lebih dikenal oleh masyarakat luas di luar Kabupaten Tasikmalaya.






